News Update :
::

Pilihan

Khas Bogor

DCS DAPIL : JAWA BARAT V

No. Nama
1. TB Soenmandjaja
2. Ajid Muslim
3. Emma Ruchaemah
4. Ir. Aji Asyhari
5. Agustini
6. Budi Setiadi
7. Hj. Eva Muzlifah, Lc, MA
8. Maman Nurzaman, S.Kom

selengkapnya >>

PKSPIYUNGAN

PKS Selalu Bikin Setress

Sunday, December 1, 2013


By: Nandang Burhanudin
****

Entahlah, mengapa apapun yang berbau PKS selalu menarik untuk dicermati, dikomentari, diikuti, atau dibully dan disindir dengan ragam kemasan atas nama. Apa yang bagi ormas/partai lain lumrah, bagi PKS akan dinilai salah. Apa yang wajar bagi yang lain, bagi PKS diposisikan kurang ajar. Lucunya jika ada prestasi, banyak yang menganggapnya sepi. Jika ada tragedi, semua teriak berapi-api.

Saya perhatikan, ada akun FB yang setiap kali statusnya menyerang, menerjang, menelanjangi, bahkan mengangkangi. Ibarat suami yang telah bercerai. Aib mantan istrinya diumbar hingga pada hal-hal yang tak pantas disampaikan. Dianggap kader-kader yang masih setia, semuanya bahlul, dungu, mudah dibohongi, dan tuduhan lainnya. Sedikitpun tak ada lagi husnuzhan. Seakan baik sangka adalah maksiat. Ia nyuruh-nyuruh bertobat. Namun ia pun lupa bertobat atas caci maki yang dianggap nasihat.

PKS benar-benar menjadi common enemy. JIL menyebut PKS, antinasionalis. HT menganggap tidak Islamis. Kadang disebut Wahabis. Kadang pula dianggap ahli bid'ah. Julukan yang superlengkap. Seakan semua gerah, gelisah, dan tidak merasa tumakninah. PKS benar-benar bikin stress.

Bayangkan, di tengah "badai LHI" menggelegar, kader-kader PKS malah makin tegar. Kasus LHI mendekatkan yang jauh, merekatkan yang dekat, malah mengundang penasaran kebanyakan khalayak. Isu Fusthun, malah membuat para akhwat-ummahat PKS semakin santun. Para ustadznya semakin tekun. Musibah tak membuat kader-kadernya datang ke dukun. Semua sadar bagian takdir Allah Yang Maha Kun Fayakun.

Hasil taubat nasional benar terasa. Jika ragam kemenangan dianggap biasa, maka bagi saya "tidak bubarnya" PKS adalah fenomena luarbiasa. Bahkan tak satupun pengurus inti PKS yang terjebak saling menyalahkan. Apalagi melakukan aksi somasi atau pencabutan mandat seperti lumrah terjadi di tempat lain. Tambah stress bukan?

Saya sebagai pengamat yang tak tercatat sebagai pengurus PKS, benar-benar meyakini: ke depan kalangan stressiyyun akan bersatu padu menyiapkan cara, agar PKS tak sampai berkuasa. Jika pun berkuasa, maka diupayakan agar tak sampai satu tahun.

Namun PKS nampaknya punya resep mujarab. Resep itu adalah: selalu menengok ke dalam dan mengerti caci maki adalah energi, hinaan adalah ujian, bahkan fitnah adalah anugerah terindah. Saya doakan, PKS mampu menjadikan diri pelayan yang berdedikasi bagi masyarakat. Tidak usah reaktif menanggapi kicauan. Toch mentalitas stress tak akan sembuh, kecuali saat PKS terjerumus ke dalam stress yang sama. []
:: pkspiyungan.org

Anis Matta: Tatap Muka dengan Warga, Cara Ampuh PKS Menang


JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mengaku tak memiliki cukup uang untuk memasang iklan.

"Kami ini tak cukup banyak uang untuk mengiklankan partai di televisi," ungkap Anis saat bertandang ke MNC Plasa, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2013).

Selain alasan tersebut, kata Anis, masalah yang membuat PKS belum memasang iklan partai hingga saat ini yakni adanya konsultan politik partai menyarankan agar tak terburu nafsu untuk mejeng di televisi.

"Kalau sudah masuk Januari 2014 itu baru penting. Asal dapat diskon saja," candanya.

Untuk itu, sambung dia, dalam menarik suara pada gelaran Pemilu, PKS lebih mengedepankan mengoptimalkan kader yang tersebar di seluruh provinsi.

"Tatap muka dengan warga, menjadi cara ampuh kami untuk dapat menarik suara masyarakat," tutupnya.

*okezone
:: pkspiyungan.org

Tipu Daya Para Penghambat Dakwah Parlemen


Oleh: Dodi Indra Permadi

DUA langkah telah dilakukan untuk menghambat perjuangan amar ma’ruf nahi mungkar di parlemen, pertama, mengharamkan parlemen dan jalan menuju ke parlemen yaitu pemilu atau demokrasi. Kedua, membentuk opini negatif dengan jalan mengungkap kelemahan, kejelekan dan kesalahan orang-orang yang berjuang di parlemen, dari dua langkah tersebut diharapankan umat Islam menjauhi dan tidak mendukung perjuangan di parlemen.

Langkah pertama sangat relevan, karena mencari hukum sebuah perbuatan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan umat Islam, tapi sayangnya, telah nyata tidak ada nash yang mengharamkannya tetap mencari-cari nash untuk mengharamkannya, sehingga mudharat yang akan didapat, karena akan dapat mengharamkan sesuatu yang tidak haram seperti libur hari Sabtu-Minggu, pajak 10%, sistem jenjang pendidikan SD sampai perguruan tinggi, gelar kelulusan atau ijazah dan banyak hal lagi yang harus diharamkan.

Langkah kedua tidak relavan, pertama, mencari-cari kelemahan dan kesalahan sesama muslim untuk membentuk citra buruk adalah larangan agama :

Abu Hurairah ra berkata : bersabda Nabi saw: “Tiada seorang yang menutupi aurat kejelekan orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat,” (HR. Muslim).

Padahal kalau memang terdapat kejelekan dan kesalahan orang-orang yang berjuang di parlemen, seharusnya diberi nasehat dan didoakan agar istiqomah dan selalu dalam kebaikan bukan malah dibuka aibnya, kedua, disebabkan sibuk mencari kelamahan dan kesalahan orang lain, dia sendiri lupa bahwa dia justru tidak mencapai kemajuan sedikitpun dalam dakwahnya dan lupa untuk instropeksi diri, padahal alangkah bermanfaatnya bila segenap tenaga dan pikiran dicurahkan untuk mencapai kemajuan dakwahnya, dan ada yang lebih berbahaya dari itu semua yaitu boomerang yang sedang menuju dirinya, pepatah mengatakan senjata makan tuan, sibuk melempar boomerang ke arah musuh, tidak sadar boomerang mengarah balik ke dirinya.

Kalau kita kritis, pembentukan opini negatif oleh orang-orang yang mengharamkan parlemen yang ditujukan untuk memberikan citra negatif kepada orang-orang yang berjuang di parlemen, sebetulnya juga berlaku bagi pembuat opini itu sendiri, misalnya opini yang paling sering dihembuskan baik di internet, buku maupun diskusi face to face adalah :

Tidak mungkin syariat Islam ditegakkan melalui demokrasi yang notabene bukan dari Islam, tidak ada dalam sejarah, syariat Islam yang berhasil ditegakkan melalui parlemen dan demokrasi.

Pertama, opini tersebut dimaksudkan untuk menggiring umat Islam supaya mempunyai pemahaman bahwa orang-orang yang berjuang di parlemen tidak akan pernah berhasil untuk menegakkan syariat Islam dan akan menemui kesia-siaan. Diharapkan setelah terbentuk opini tersebut umat Islam akan menarik dukungannya terhadap perjuangan di parlemen.

Tanpa pemahaman kritis, sangat logis bila opini tersebut nampak sebagai pendapat yang benar, karena yang dinyatakan dalam opini tersebut adalah dhahir realita, yang memang realitanya tidak ada dalam sejarah, syariat Islam yang berhasil ditegakkan melalui parlemen dan demokrasi, dan pada saat inipun masih sangat jauh dan tidak mudah merealisasikannya karena harus adu bargaining dengan orang-orang kafir-sekular yang tidak bisa diremehkan.

Namun bila sedikit kritis dan mau berpikir, opini tersebut telah salah dalam menyatakan hakekat perjuangan di parlemen, kesalahannya terletak pada penggunaan “tegaknya syariat Islam” sebagai alat ukur satu-satunya untuk mengetahui keberhasilan perjuangan dalam parlemen, padahal ada alat ukur lain untuk mengetahui kadar keberhasilan, yaitu seberapa besar tambahan kebaikan dan pengurangan keburukan, dalam bahasa agama sejauh mana dapat melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar.

Dalam kitab Al-A’lamul Muwaqqi’in Ibnu Qoyyim mengutip perkataan Ibnu Aqil : “Politik ialah adanya langkah-langkah perbuatan yang manusia dapat berada lebih dekat kepada kebaikan, dan lebih menjauhkan dari kerusakan…..”

Syaikh Albani kepada partai FIS dan kepada umat Islam Aljazair memfatwakan : “Aku katakan ini, – walaupun aku meyakini bahwa pencalonan dan Pemilu ini tidak merealisasikan sasaran yang dituju (tegaknya syariat Islam) sebagaimana keterangannya di atas.- namun dari bab membatasi kejahatan, atau menolak kerusakan yang lebih besar dengan kerusakan yang lebih kecil, seperti yang diperkatakan oleh Ahli Fiqih (maka aku nasehatkan untuk memilih dari mereka golongan muslim).” Fatwa kedua: “Syariat Islam bukanlah tujuan yang akan dapat direalisasikan, namun demikian ada tujuan lain yang dapat dan harus dicapai melalui perjuangan di parlemen dan demokrasi yaitu membatasi kejahatan, dan dalam kaidah ushul dinyatakan senada dengan fatwa syaikh Albani :

“Jika tidak bisa meraih semua maka jangan tinggalkan semuanya Bila tidak dapat merealisasikan syariat Islam secara kaffah maka jangan tinggalkan seluruhnya realisasikan walau hanya 1%.”

Al-Hafidz al-Suyuti mengutip sebuah hadits : Rasulullah saw bersabda : “Jika aku memerintahkan kepada kalian suatu perkara, maka kerjakanlah apa yang kalian mampu.”

Dan dalam al-Qur’an dinyatakan Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya QS. 2:286 dan dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman yang artinya : “Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu,” (QS. 64:16).

Menutup mata terhadap point-point keberhasilan dalam perjuangan di parlemen adalah sikap yang tidak adil, tidak jujur, tidak mencerdaskan dan tidak mendewasakan umat, karena diakui atau tidak, telah banyak point-point keberhasilan tersebut dan telah dinikmati oleh umat Islam Indonesia, misalnya, kebebasan memakai jilbab, ruu sisdiknas, SKB 3 menteri lalu 2 menteri, beberapa perda yang bernuansa ke-Islam-an, kebebasan berdakwah, diberantasnya kemaksiatan yaitu dengan menangkapi pasangan bukan suami istri di dalam kamar hotel, penutupan rumah-rumah bordil, perjudian, bila kita mau adil dengan membandingkan antara rezim orde baru dengan sekarang, maka kita akan mengetahui bahwa telah ada tambahan kebaikan dan pengurangan kerusakan, atau bandingkan dengan negara-negara lain yang di dalam parlemennya tidak ada umat Islam seperti perancis, Yunani, Belanda dan lain-lain yang memakai jilbab atau untuk membangun masjid saja tidak bisa.

Menuntut kepada orang-orang yang berjuang di parlemen untuk membuktikan syariat Islam dapat tegak 100% sementara dirinya sendiri tidak menunjukkan adanya langkah nyata dalam menegakkan syariat Islam maka hal itu sama saja telah melempar boomerang untuk dirinya sendiri. Karena yang telah menunjukkan langkah nyata saja tidak dapat menunjukkan tegaknya syariat Islam karena gagal, apalagi yang belum menunjukkan langkah nyata, memang tidak ada kegagalan yang dialami tapi juga tidak ada keberhasilan, seperti orang yang tidak pergi perang, memang tidak akan mengalami kekalahan tapi dalam waktu yang sama juga tidak akan mengalami kemenangan.

Kedua, Opini di atas juga dimaksudkan menggiring umat Islam agar mempunyai pemahaman bahwa tidak adanya bukti tegaknya syariat Islam menunjukkan jalan perjuangan melalui parlemen dan demokrasi adalah bathil. Sehingga dengan yakin memberikan statemen : “Tidak mungkin syariat Islam ditegakkan melalui demokrasi.”

Tentu saja opini ini menarik untuk dikaji, karena sampai kinipun tidak ada syariat Islam yang tegak oleh perjuangan mereka, jadi menyatakan demokrasi sebagai jalan bathil karena tidak adanya syariat yang tegak melalui demokrasi, merupakan boomerang bagi dirinya sendiri, karena juga tidak ada syariat Islam yang tegak melalui jalan yang ditempuhnya, tidak dipungkiri syariat Islam pernah tegak oleh rasulullah saw, para sahabat, tabiut-tabiin, tetapi menyatakan diri sesuai sunnah dan menyatakan perjuangan di parlemen tidak sesuai sunnah perlu pengujian secara ilmiah, nabi saw berhasil menegakkan syariat Islam setelah melalui beberapa fase perjuangan seperti fase dakwah, fase penyebaran, fase menghindari konflik, fase menyusun kekuatan dan fase konfrontasi atau fase menghadapi musuh, sungguh saya mohon maaf bila bertanya, apakah orang-orang yang mengharamkan parlemen telah berusaha melalui fase-fase tersebut ?

Kalau belum, tentu saja menurut hemat saya mencurahkan segenap tenaga dan pikiran untuk kemajuan dakwah adalah jauh lebih bermanfaat ketimbang mencurahkan untuk membuat opini yang menjelek-jelekkan saudara-saudara kita yang berjuang di parlemen, juga akan sangat bermanfaat bila mencurahkan segenap tenaga dan pikiran untuk menasehati dan menghibur mereka dengan doa agar istiqomah dengan tujuannya dan diberi kesabaran atas musibah-musibah yang dialami? karena saudara-saudara kita yang berjuang di parlemen telah berusaha menempuh fase-fase itu hanya saja belum berhasil menegakkan syariat Islam dan tidak sedikit dari mereka yang harus meregang nyawa karena ketidakrelaan Barat terhadap kemenangan mereka seperti di Mesir, Turki, Aljazair dan negeri-negeri bermayoritas muslim lainnya.
Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman. QS. 3:166

Atau bukankah sebaiknya tenaga dan pikiran dicurahkan untuk menempuh fase-fase seperti yang rasulullah tempuh ? Insya Allah andai-kata saudara-saudara tidak berhasil semoga Allah SWT mencatatnya sebagai amal syuhada dan sebagai orang-orang yang konsisten dalam membela agama Allah, karena musuh bergerak secara nyata nonsen bila dihadapi hanya dengan retorika dan dakwah.

Kembali lagi ke masalah pembentukan opini, opini lain yang cukup ilmiah untuk memberikan citra negatif adalah : Ikut demokrasi berarti telah mengikuti kemauan Barat, padahal dalam QS 2:120 Allah telah mengingatkan : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka.”

Opini tersebut walaupun dapat berupa nasihat tetapi tujuannya  untuk menggiring pemahaman umat bahwa berjuang di parlemen atau demokrasi adalah mengikuti kemauan Barat.

Sekali lagi, tanpa pemahaman kritis opini tersebut akan nampak benar, karena yang diungkap dalam opini adalah dhahir realita, yaitu memang realitanya Barat memanfaatkan demokrasi untuk dapat masuk ke pemerintahan-pemerintahan yang mayoritas rakyatnya adalah umat Islam, sementara itu sebagian besar umat Islam masuk ke dalam demokrasi untuk menghadang kemauan Barat, wajar dan tidak dapat disalahkan begitu saja bila orang-orang yang mengharamkan perjuangan melalui parlemen dan demokrasi menyimpulkan bahwa berjuang melalui parlemen dan demokrasi berarti telah mengikuti kemauan Barat, namun benarkah demikian ?

Dari beberapa kasus mulai mesir, Aljazair, Turki hingga Indonesia, Barat justru kebakaran jenggot bila ada partai Islam yang ingin berusaha memasukkan ajaran-ajaran Islam dalam parlemen, kejadian terakhir di Turki menunjukkan hal tersebut, mereka orang-orang sekular melakukan demo besar-besaran bahkan terbesar di dunia untuk menjegal partai Islam di sana yang akan ikut pemilu, dan sangat kuat disinyalair demo tersebut tidak lepas dari keinginan dan pembiayaan Barat, begitu juga dengan di Indonesia beberapa tahun lalu, partai yang berusaha memasukkan nilai-nilai Islam dalam parlemen di opinikan terlibat jaringan teroris, tujuannya agar dapat menjegal partai tersebut dalam pemilu. Begitu juga di Aljazair ketika partai Islam akan menang, dan ingin menerapkan syariat Islam maka atas pesanan Barat militer Aljazair mengkudeta FIS. Jadi sangat tidak beralasan bila orang-orang yang berjuang di parlemen untuk memasukkan nilai-nilai Islam dikatakan telah mengikuti kemauan Barat, buktinya Barat justru kebakaran jenggot.

Kalau kita mau jujur, terhadap sikap pengharaman perjuangan di parlemen dan tidak menempuh fase-fase nyata dalam menghadapi Barat, justru akan membuat Barat senang dan berterima-kasih, karena tidak perlu repot-repot menjegal partai yang ingin memperjuangkan nilai-nilai Islam di parlemen, sudah ada yang membantunya untuk menjegal yaitu umat Islam sendiri, istilahnya memukul umat Islam dengan meminjam tangan umat Islam dan tinggal nonton TV di gedung putih.

Jadi sebetulnya siapa yang telah mengikuti kemauan Barat dan menguntungkan barat, orang-orang yang berjuang di parlemen untuk menerapkan nilai-nilai Islam ataukah yang mengharamkannya tetapi tidak ada tindakan nyata untuk menghadapi Barat ?

Hati-hati menuduh perjuangan di parlemen sebagai mengikuti kemauan Barat tetapi tidak sadar dirinya sendiri telah membantu Barat, ini boomerang yang kedua.

Ada beberapa opini lain yang dapat menjadi boomerang bagi pembentuk opini itu sendiri misalnya dinyatakan membuat partai berarti telah berpecah belah, padahal Allah telah melarangnya, kalau sedikit kritis, masuk partai atau tidak hal itu dapat terjadi, cobalah amati orang-orang yang mengharamkan partai, mereka telah terpecah belah menjadi beberapa kelompok, ini juga boomerang. Dan masih banyak lagi opini-opini lain yang tidak mungkin di bahas satu persatu karena alasan keterbatasan ruang halaman dan takut membeberkan strategi perjuangan di parlemen, tetapi yang jelas dengan sedikit kritis, maka opini tersebut akan nyata dapat berlaku bagi yang diopinikan maupun bagi pembuat opini itu sendiri (menjadi boomerang) .

Oleh karena itu, kalau memang ada kesalahan mereka, alangkah baiknya bila diberi nasehat, bukan membuat opini negatif, kalau tidak bisa mendukung tidakkah jauh lebih bermanfaat segenap tenaga dan pikiran dicurahkan untuk perjuangan Islam dengan metode yang diyakini ? Siapa tahu nanti secara sinergi perjuangan di parlemen dapat kompatible dengan perjuangan di luar parlemen dalam menegakkan Islam. []

*sumber: islampos
:: pkspiyungan.org

Kisah Hakim Adil yang Memenangkan Nasrani melawan Khalifah Harun Ar Rasyid


Oleh Zulfi Akmal
Al-Azhar Cairo

Imam Abu Yusuf adalah salah seorang murid dan pewaris mazhab Abu Hanifah. Dan beliau adalah qadhil qudhah (hakim agung) di zaman Khalifah Harun Ar Rasyid.

Beliau pernah mengadili antara Khalifah Harun Ar Rasyid dan seorang yang beragama Nashrani dalam satu sengketa yang terjadi di antara mereka berdua.

Dalam perkara itu Abu Yusuf memenangkan orang Nashrani, dan Harun pada pihak yang kalah. Karena memang terbukti kebenaran berpihak kepada orang Nashrani.

Ketika Abu Yusuf sudah hampir meninggal, beliau bermunajat:

"Ya Allah, Engkau Maha Tahu bahwa aku sudah menduduki jabatan ini. Aku tidak pernah cenderung kepada salah seorang dari dua orang yang bersengketa walaupun di dalam hatiku.

Kecuali ketika seorang Nashrani bersengketa dengan Harun Ar Rasyid. Aku tidak menyamakan di antara mereka berdua dalam perasaan. Karena aku berharap di dalam hatiku supaya kebenaran berada di pihak Ar Rasyid, sekalipun akhirnya aku menangkan orang Nashrani itu, karena memang dia dalam posisi benar".

Kemudian beliau menangis.

Lihatlah kisah ini dengan penuh pentadabburan, bermacam pelajaran kita dapatkan. Di antaranya:

1. Betapa cemasnya Abu Yusuf atas tindakan tidak adil yang beliau lakukan, sekalipun hanya di dalam perasaan, dan tidak mempengaruhi kepada keputusan.

Barangkali bagi kita perkara biasa bila beliau lebih cenderung kepada Ar Rasyid yang muslim dari pada lawannya yang beragama Nashrani. Tapi tidak demikian dengan timbangan keadialan yang dipahami oleh Abu Yusuf.

Bila ukuran hakim adil itu seperti Abu Yusuf, bagaimana kira-kira dengan hakim-hakim yang ada sekarang ini?

Bagi yang berprofesi sebagai hakim atau bercita-cita menjadi hakim, sangat perlu menempelkan kisah Abu Yusuf ini di keningnya. Supaya jadi rem dan rambu-rambu ketika dia mengadili antara orang yang berkesumat.

2. Alangkah halusnya barometer dosa bagi seorang ulama sekaligus hakim seperti Abu Yusuf. Hanya bisikan di dalam hati yang tidak berdampak kepada perbuatan dianggap sebuah dosa yang akan memberatkan pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Alangkah bening dan bersihnya hati beliau.

Kita hari ini amat butuh kepada hakim-hakim adil seperti beliau yang mulia ini. Demi tegaknya keadialan dan kebenaran di permukaan bumi.

Semoga rahmat Allah selalu tercurah buat beliau dan setiap hakim adil serta kita semua.
:: pkspiyungan.org

Meriah Full Door Prize, Pemira Capres PKS Diikuti 253 Ribu Pemilih Se-Lampung

Saturday, November 30, 2013


Pemilihan raya calon Presiden (Pemira Capres) Republik Indonesia yang akan diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) diikuti oleh 253 ribu pemilih se-Lampung (30-11). Pemilih terdiri dari kader PKS maupun masyarakat yang mencoblos satu dari 22 kandidat tokoh internal PKS.

Pemira capres PKS dilakukan tak ubahnya seperti pelaksanaan pemilu melalui pencoblosan one man one vote (satu orang satu suara) di bilik tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 33 titik se-Lampung.

Menurut Ketua Umum DPW PKS Lampung Gufron Azis Fuadi, penyertaan masyarakat dalam pemira capres RI usungan PKS ini sekaligus sebagai ajang menyerap aspirasi masyarakat. "Alhamdulillah animo warga Lampung dalam pemira capres ini ternyata luar biasa dan melampaui target partisipasi pemilih yang telah kami tetapkan yaitu 250 ribu pemilih," ujar Gufron.

Penyelenggaraan pemira capres PKS ini memang tampak meriah dengan menyertakan door prize dan berbagai hiburan rakyat seperti reog ponorogo, kuda lumping, hadrah, dan kasidahan. Di Kalirejo Lampung Tengah warga bahkan berbondong-bondong ke TPS dengan menggunakan kendaraan odong-odong yang biasa digunakan untuk menghibur anak-anak. Selain melalui pencoblosan, serap aspirasi capres ini juga dilakukan via polling sms dan sosial media.

Sampai dengan berita ini diturunkan, peringkat lima besar kandidat capres RI hasil pemira PKS se-Lampung berturut-turut adalah Hidayat Nur Wahid, M. Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, dan Fahri Hamzah.
:: pkspiyungan.org

Anis Matta: Pemira Capres PKS Merupakan Tonggak Sejarah

PONTIANAK - Seperti yang dijadwalkan, Presiden PKS Anis Matta tiba di Pontianak hari ini (Sabtu, 30/11) pukul 08.00 beserta Sekjend PKS Taufik Ridho dan rombongan pengurus Pusat PKS. Kedatangan Anis Matta kali ini bertepatan dengan agenda Pemilihan Raya (Pemira) Internal Calon Presiden dari PKS yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam keterangannya Presiden PKS Anis Matta mengatakan Pemira ini sebagai realisasi tuntutan dari para kader. "Karena ada tuntutan dari kader,  juga dari berbagai tokoh-tokoh masyarakat untuk segera menentukan capres. Dari dua tuntutan ini kita terapkan sistem demokrasi internal yang bisa libatkan partisipasi kader secara menyeluruh," ujar Anis Matta di kantor DPW PKS Kalbar.

Anis Matta beserta rombongan yang tiba Pukul 15.00 di kantor DPW PKS Kalbar, Jl Danau Sentarum langsung memberikan suaranya pada Pemira Internal Capres RI.

Lebih lanjut Anis Matta menyampaikan Pemira kali ini merupakan sejarah bagi PKS sendiri, karena sebelumnya tidak pernah ada pemira untuk Capres, biasanya pemira dilaksanakan untuk pemilihana majelis Syuro PKS.

Ketika ditanya apakah pemira yang dilaksanakan PKS sama seperti yang dilaksanakan oleh Partai yang lain  anis matta menjelaskan "Sistem Pemira ini berbeda dengan konvensi. Kalau di konvensi kan kandidatnya bertarung, kalau ini kandidatnya tidak bertarung tapi kader sendiri yang menentukan siapa yang layak ditetapkan sebagai capres," jelasnya

Lebih jauh anis matta menjelaskan Pemira ini,  nanti ada yang terpilih dan ditetapkan majelis syuro, kandidat ini tidak bertarung dalam 2 medan. Melainkan hanya bertarung dalam 1 medan saja.

"Di dalam tak perlu bertarung, cukup di luar. Kalau konvensi buat orang bertarung di dua medan. Satu di dalam dan satu di luar. Dalam pandangan kami ini cukup meningkatkan ongkos politik kita. Kita di sini berhemat. Penetapan capres bentuk faktor solidaritas," katanya.

Di tempat yang sama Ketua DPW PKS Kalbar Fatahillah Abrar merasa bangga dan terhormat, karena selain dialog kebangsaan yang telah berjalan sukses serta dilanjutkan dengan acara konsolidasi Kader di Hotel Mahkota dan PCC, Presiden PKS Anis Matta beserta Sekjend memberikan suaranya di kalimantan Barat.

“Kita merasa terhormat dan bangga, karena ini juga merupakan sebuah sejarah bagi DPW PKS Kalimantan Barat khususnya kota Pontianak, Pimpinan Partai Presiden dan Sekjend mencoblos di sini” Ujarnya

*Vicky Suryansyah (Humas DPW PKS Kalbar)
:: pkspiyungan.org

Seribu Kader PKS Banda Aceh memilih 5 Kandidat Calon Presiden PKS

Nasir Djamil, kandidat Capres asal Aceh, saat mengikuti pemilihan di TPS Pemira

Partai Keadilan Sejahtera hari ini (30/11) menggelar Pemira (Pemilihan Raya) di seluruh provinsi dan kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Pemira yang dilaksanakan di kantor DPD masing-masing ini dilakukan untuk menjaring 5 (lima) nama kandidat Calon Presiden dari PKS dari 22 (dua puluh dua) nama yang sudah ditetapkan DPP, yang nantinya akan menjadi usulan PKS Banda Aceh untuk dikirimkan ke Wilayah dan Pusat.

Pemira PKS yang dilaksanakan oleh DPD PKS Banda Aceh di pusatkan di kantor DPD PKS Banda Aceh, kawasan Lampriet, dan berlangsung secara meriah dan dihiasi dengan serangkaian pemberian doorprize kepada pemilih yang beruntung mendapatkan undian.

Diantara 22 nama kandidat Capres PKS tersebut ada salah seorang kandidat yang berasal dari Aceh yaitu Nasir Djamil. Nasir Djamil masuk dalam nominasi kandidat nasional karena dinilai menjadi salah satu kader partai yang dianggap berhasil dalam membawa dan memperjuangakan aspirasi daerah ditingkat nasional den menjembatani komunikasi politik antara daerah yg bekas konflik dengan elite nasional dalam konteks perdamaian. Sebagai salah satu kandidat, Nasir Djamil juga ikut memilih nama-nama Capres langsung bersama para kader dan simpatisan PKS di Kantor DPD PKS Banda Aceh. 

Pada kali ini sistem pemira memberikan kesempatan penuh kepada kader yang menentukan sendiri siapa figur yang terbaik dan layak di pilih menjadi bakal calon Presiden selanjutnya. 

Dikatakan Irwansyah selaku Sekretaris DPD PKS Banda Aceh, kita melaksanakan kegiatan Pemira Capres Internal ini sebagai bagian dari menjalankan instruksi pimpinan pusat Partai. DPD PKS Banda Aceh melakukan ini dengan melibatkan 1000 kader dan simpatisan. Menurut Irwansyah, ST, pelaksanaan Pemira untuk PKS Banda Aceh langsung diketuai oleh Ketua Kaderisasi, Wahyudi. Dalam pemira kali ini para kandidat tidak bertarung apalagi saling sikut menyikut, melainkan kader yang akan menentukan sendiri pilihannya sesuai keyakinan mereka atas bobot kualitas personal kandidat Capres.

Diakui oleh Irwansyah, bahwa ke 22 nama kandidat Capres Internal PKS yang ditetapkan DPP merupakan kader-kader terbaik Partai saat ini, yang memiliki kualifikasi kemampuan personal dan tim yang handal, sudah dibuktikan dengan kinerja yang luar biasa pada wilayah kerja masing-masing, yang tidak sedikit dibuktikan dengan prestasi yang terukur dengan berbagai pernghargaan.

Secara umum, berdasarkan amatan sekilas dari obrolan dan perbincangan para kader, sepertinya untuk 3 nama teratas yang mendapat tempat di hati Kader Banda Aceh bisa diprediksi, antara lain : Presiden Anis Matta, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Anggota DPR RI asal Aceh Nasir Djamil.

Ketiga nama ini tentu memiliki alasan sehingga mendapat tempat, baik karena memang tampil baik sebagai pimpinan partai, maupun karena sosok yang teruji dalam memimpin Provinsi terbesar di Indonesai (Jawa Barat), dan tentu karena ada sosok yang menjadi wakil Aceh dikancah nasional. Sedangkan untuk 2 nama lain, diprediksikan akan diperebutkan antara Tifatul Sembiring, Hidayat Nurwahid, Nurmahmudi Ismail, Suswono, Salim Segaf, dan Fahri Hamzah.

:: pkspiyungan.org

Anis Matta: Politik dan Kampus Tak Bisa Dipisahkan


PONTIANAK - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan politik dan dunia kampus merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. 

"Saya ucapkan terima kasih dengan adanya acara ini. Saya meyakini demokrasi menjadi kualitas dan menjembatani ide-ide yang perlu dituangkan," paparnya saat membuka dialog kebangsaan di lantai 3 Rektorat Universitas Tanjungpura, Sabtu (30/11/2013). 

Dia mengatakan, pada dasarnya percaya bahwa politik dan dunia kampus ada pada lini sama. Bedanya kalau kampus pada produk pengetahuan sementara pada dunia politik adalah produk kebijakan. 

"Dua hal ini bagian yang tidak bisa dipisahkan sehingga negara bisa berkualitas," ujar Anis. 

Ia menilai selama ini kampus mulai menjauh dari politisi, dan ketika ia diberikan kesempatan menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan dengan tema 'Mencari Pemimpin dari Kampus' ia meyakini demokrasi kota jauh berkualitas. 

"Dengan menjadikan panggung demokrasi membuat partai politik bisa mempertanggungjawabkan ide masyarakat intelektual," kata pria kelahiran Bone 7 Desember 1968 ini. 

Ia mengatakan merupakam suatu situasi yang kurang bagus ketika ada ketidakpercayaan luar biasa pada partai politik dan segala berbau politik sehingga perlu panggung netral tempat menyalurkan ide. Kompetisi bukan dengan kompetisi orang, melainkan menjadi kompetisi ide.

*sumber: tribunnews
:: pkspiyungan.org

Yang Unik dan Ajaib dari Pemira PKS


by @malakmalakmal

1) #PemiraPKS ini semacam sindiran ya, utk menunjukkan pemilu ideal itu kayak gmn.

2) Tau2 udah ada 22 kandidat aja. Kader2 terima aja, gak ada yg protes. Ya cuma ada di #PemiraPKS.

3) Knp terima aja? Gak kritis? Bukan gt, soalnya spt biasa, yg jd kandidat jg sebenernya gak mencalonkan diri. 

4) Krn gak mencalonkan diri, maka gak ada kampanye. Ini pemilu ideal bgt. Low cost! 

5) Gak ada yg berambisi, gak ada yg kampanye, gak ada black campaign. Enak bener! 

6) Makanya sy cuma nyengir pas ada yg menganalisis bhw PKS pecah gara2#PemiraPKS.

7) Knp dibilang pecah? Krn dlm penglihatan dia, kader2 mempromosikan kandidatnya masing2. 

8) Ya itulah #PemiraPKS. Kandidatnya gak berkampanye. Kader yg lobi2. Tp gak ada sikut2an.

9) Kalo ditanya, "gmn kalo yg menang adalah kandidat yg tdk kita pilih?", maka kader pasti ok2 aja. 

10) Soalnya ke-22 kandidat itu emang bagus. Yg mana pun yg menang, bagus2 aja. Kader pasti solid. 

11) Siapa pun yg menang, gak ada barisan sakit hati. Yg gampang sakit hati udah keluar dari kemaren2 =) 

12) Di berbagai forum sy lihat kader2 saling diskusi siapa kandidat yg paling pas. Tapi gak ada yg saling menjelekkan. 

13) Kenyataannya gak semua kader boleh milih. Gak ada yg protes tuh. Enak bener pemilu kayak gini :D 

14) Kok bisa enak kayak gitu? Pertama, krn gak ada yg berambisi. Di partai ajaib ini, yg terindikasi pengen menang malah dicoret =) 

15) Kedua, krn semangat ukhuwah. Gak ada yg mau sikut2an. Mungkin berkat kasus2 belakangan juga sih, jd makin solid =)

16) Ketiga, krn semangat jamaah. Mmg hrs ada yg di depan dan ada yg di blkg. Semua punya posisi. Gak usah berebut. 

17) Gak ada tuh kader baru masuk trus menang pencitraan, sampe bisa menggeser yg jauh lbh senior =) 

18) #PemiraPKS jg unik krn semua kandidat gak ada yg 'instan'.

19) Apalagi yg bukan kader, biarpun duit bejibun, gak bakal masuk ke #PemiraPKS.

20) #PemiraPKS adalah bukti bhw PKS paling sukses lahirkan tokoh.

21) 22 kandidat di #PemiraPKS itu dikenal luas, bkn di intern aja. Pdhal PKS blm tergolong partai besar.

22) Dan tokoh2 ini benar2 lahir dari 'rahim' PKS, bukan dari tempat lain. Gak ada yg diimpor.

23) Coba deh bandingkan dgn partai2 besar. Andaikan diadakan semacam pemira, apa kandidatnya bisa sampe 22?

24) Dan kalau pun sampe 22 org, apakah semuanya bener2 kader yg lahir dari 'rahim' partai? Atau jgn2 ada kutu loncat?

25) Kalau indikasi kesuksesan partai adalah kemampuan lahirkan SDM handal, bukan cuma perolehan suara, well..... *isi sendiri* :D 

26) Dan semua yg saya sebutkan tadi adalah resep kuatnya organisasi. Mungkin tdk sukses secara instan, tapi lbh kokoh.

27) Jalan mmg berliku, tdk selalu mulus, dan musuh mengintai. Tp kalo kuda2nya kuat, akan selalu bangkit lagi =)

28) Ini sy kasi contoh lain mengapa #PemiraPKS itu cakep.

29) Yg bikin #PemiraPKS cakep, menurut sy, adalah diskusinya. Masing2 punya alasan memilih kandidatnya.

30) Saya, misalnya, lbh memilih Kang Aher. Kok bukan ust Anis? Ya, soalnya beliau cocok di posisi yg skrg.

31) Tp ada jg yg berpendapat Kang Aher sukses banget di Jabar. Jd biar beliau di sana. Argumen ini valid jg.

32) Lalu ada yg berpendapat pr kepala daerah sukses2, mending jangan diplot jd presiden. 

33) Ada jg yg berpendapat ust Anis jadi capres RI aja. Knp? Krn kader2 PKS mah aman2 aja mo dipimpin siapa aja =)

34) Lesson 1 : semua argumen itu bernas. Jadi kita pilih yg paling bagus dr yg bagus2. Semua bagus.

35) Lesson 2 : argumennya seputar PEMBAGIAN tugas, bukan PEREBUTAN jabatan. 

36) Jadi, yg milih Kang Aher bukan menganggap yg lain jelek, tapi krn merasa ada pos yg lbh pas bwt mereka.

37) Demikian jg yg milih ust Anis dll jg tdk menganggap kandidat lain jelek. Ini cuma masalah pembagian pos dakwah.

38) Bandingkan diskusi td dgn pemilu2 sejenis. Apa yg dibicarakan adalah pembagian tugas? Atau sekedar saling jegal?

39) Itulah serunya #PemiraPKS. Tp kalo bwt media sih gak seru, abis gak ada konflik. Apa yg mo diberitain? LOL

40) "You are what you believe. Be mindful with your mind"
:: pkspiyungan.org

Jangan Gelisah Saat Susah, Allah Maha Pemurah


"Model Curhat"

By: Nandang Burhanudin

****

Ada sebagian kawan, yang berfatwa tidak boleh curhat melalui SOSMED. FB misalnya. Alasannya, "Curhat itu bukan di FB, tapi kepada Allah di sepertiga malam." Tapi bagi saya, kawan di FB adalah saudara jauh yang menjadi dekat. Memang curhat yang afdhal adalah di sepertiga malam. Kepada Allah. Saya fikir ini hal yang aksiomatis.

Saya teringat dengan hadis Rasulullah saw.,

إن لله أقواماً اختصهم بالنعم لمنافع العباد يقرهم فيها ما بذلوها، فإذا منعوها نزعها منهم فحولها إلى غيرهم

قال الشيخ الألباني: رواه ابن أبي الدنيا والطبراني في الكبير والأوسط ولو قيل بتحسين سنده لكان ممكناً.

"Sesungguhnya Allah memiliki beberapa kaum yang Allah karuniakan kekhususan nikmat, untuk memberi manfaat kepada hamba-hamba Allah yang lain. Allah akan menjaga nikmat itu tetap ada kepada mereka, selama mereka sudi mengeluarkannya. Nah, jika mereka enggan mengeluarkannya, Allah akan mencabut nikmat-nikmat itu dari mereka dan Allah alihkan kepada yang lain." (Syaikh Al-Albani: Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya dan Ath-Thabarani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath. Andai saja mau menyebutkan derajat hasan sanad ini, itu sangat mungkin).

Oleh karena itu, sampaikan curhat itu secara tetap, tepat, dan terarah. Tentu setelah sebelumnya kita tahu, siapa saja teman-teman yang di FB. Jika bisa kepribadian dan kesehariannya dapat dikontrol dari dekat, melalui mekanisme yang mudah, murah, dan tentu tidak gegabah.

Minimal saat curhat, kita telah memuntahkan ragam kesempitan hidup. Bisa jadi ada yang kesulitan jodoh, atau sulit berjodoh lagi, atau apapun yang alamiah terjadi sebagai manusia biasa. Harus diingat, kita bukan Nabi yang langsung didengar Allah dan diaminkan malaikat Jibril. Jatah kita adalah, menggugah hati orang-orang yang Allah karuniakan kekhususan nikmat, untuk memberi manfaat kepada hamba-hamba Allah yang lain.

Yakinlah akan ada yang tergugah, karena ia sadar, semakin banyak menolong yang susah, Allah akan menjaga nikmat itu tetap ada kepada mereka, selama mereka sudi membantu. Nah, jika enggan membantu, Allah akan mencabut nikmat-nikmat itu dari mereka dan Allah alihkan kepada yang lain.

So, jangan pernah gelisah saat susah. Yakinlah Allah Maha Pemurah.
:: pkspiyungan.org

Apel Siaga Kader Citeureup

Album Reses Anggota Dewan

Album Milad-15 Semarang

Profile Tokoh

More on this category »

Video

More on this category »
 
::
© Copyright PKS Bogor 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.