News Update :
::

Pilihan

Khas Bogor

Partai Keadilan Sejahtera

Saturday, June 20, 2015



Allahummahdina fii man hadaiit
wa afinaa fii man afaaiit
wa tawallana fii man tawallait
wa baariklana fii maa a'toiit
waqina syarroma qodhoit
innaka taqdi waa laa yuqdho alaiik
innahu laa yadhillu mawwalaiit
wa laa yaizzu ma adaiita
tabarokta robbana wa taalaiita la maan jaa minnka illa ilaik

Allahummaghfirlana jiddana wahazlana
waqto'na wa amtana wakullu dzalika inndanaa
Allahummajj alna laka dzakkariin, laka syakkarin,
laka rohhabiin, laka miqwaiin, laka muhbitiin
ilaika awwahiina muniibiin

Allahumma taqobbal taubatana, waghsil haubatana
wa ajaba da'watanaa, asaddits alsinatana,
waslul sahiimata subuurinaa
fannzail billa wal hiqta wal hasada minkulubina
asoynaaka fa anhaltana wa atookaa kafa syakartana
waa in udna ilaika qobiltanaa,
Robbun Kariim, Robbun Syakuur, Robbun Ghofuur

Robbi maaaaaa ahlamak, Robbi maaaaaa arhamak
Robbi maaaaaa arhamak, Robbi maaaaaa ahlamak
Robbi maaaaaa a'lamak, Robbi maaaaaa ahlamak
Robbi maaaaaa ahlamak, Robbi maaaaaa arhamak

Allahumma innaka afuwwun kariimun tuhibbul afwa fa'fuanna
Afwaka yaa Affuwwu Afwak, Afwaka yaa Rohmaanu Afwak, Afwaka yaa Rohiimu
Afwak
Afwaka ya haliimu Afwak, filmahya Afwak, wafil mamaati Afwak, wafil quburi
Afwak
wa inndansyuri Afwak ainndaa mamarrisiroti Afwak, wainndal miizaani Afwak
wainndal hisaabi Afwak
Afwaka ya afuwwu Afwak Afwaka ya haliimu Afwak

ilahanaa waa holiqona waa roziqona,
innkanal bukaa wa alaa azizim fanahnu awla bil bukaai ala yaa romadhona yaa
robbal alamiin

yaa robba romadhoon laaba romadhoon waa dzahabatil ayyamuwallayalii
waalam yabkolanaasi wa aaaaaqq
antal hayyulladzi laa yamuuutt 2x

Allahumma laa tahrimnaa khutwaka wa la juudzaka alaaka robaka ba'da romadhona yaa robbal aalamiinn...


wasallallahumma ala sayyidina Muhammadin waa alaa alihi waa sohbihi ajjmaiinn

Muslimah PKS Sehat, Kuat, dan Cerdas

Monday, June 1, 2015

http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fpkscibinong.org%2Fmuslimah-pks-sehat-kuat-dan-cerdas%2F&h=FAQE_TbhK

Kegiatan Outbond kader muslimahCIBINONG (31/5) – Seksie Perempuan (Sekpuan) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Cibinong menggelaroutbond bertemakan “Women Health, Strong, and Smart” di Gunung Pancar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (31/5).
Koordinator Acara Outbond Sekpuan DPC PKS Cibinong, Lala Latifah mengatakan perempuan di Indonesia tidak boleh lemah dalam menghadapi segala situasi dan kondisi saat ini. Sebagai Da’iyahbagi keluarga dan masyarakat, kader-kader perempuan PKS harus memiliki mental pejuang, yaitu sehat (heatlh), kuat (strong), dan cerdas (smart).
“Acara ini dimaksudkan untuk membangun kekuatan agar solidaritas yang tinggi para anggota perempuan PKS lebih banyak lagi dan kiprah mereka bisa dirasakan bermanfaat dan bermaslahat untuk masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia,” tutur Lala.
Ketua Sekpuan DPC PKS Cibinong, Nunung Pujiyati menambahkan kegiatan outbond yang dihadiri 70 orang peserta ini sangat bermanfaat untuk melatih kemandirian kader-kader perempuan PKS.
“Jika saat ini outbond diikuti 70 orang kader perempuan PKS, maka kedepannya secara bertahap akan dilakukan peningkatan jumlah dan menjadi agenda rutin. Oleh karena acara ini bertujuan melatih kemandirian, makaoutbond perlu diadakan secara bertahap dan berkelanjutan untuk seluruh anggota perempuan PKS,” pungkasnya.

Sumber: Humas PKS Cibinong dan kabarpks.com 1 Mei 2015

Tata Cara Mandi Wajib (Junub)

Thursday, May 28, 2015


Tata Cara Mandi Wajib (Junub)


Ketika seorang muslim berhadats besar (junub), maka ia wajib mandi agar kembali suci. Berikut ini tata cara mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah dalam hadits-hadits shahih:

1. Niat

Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar. Niat ini membedakan mandi wajib dengan mandi biasa, sebagaimana ia membedakan ibadah dengan adat/kebiasaan.


إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Yakni menyiram/membasuh tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya, menyiram/membasuh tangan kanan dengan tangan kiri. Diulangi tiga kali



عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا
“Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali...” (HR. Muslim)

3. Mencuci kemaluan
Mencuci dan membersihkannya dari mani dan kotoran yang ada padanya serta sekitarnya

4. Berwudhu
Yakni berwudhu sebagaimana ketika hendak shalat

5. Membasuh rambut dan menyela pangkal kepala
Dengan cara memasukkan kedua tangan ke air, lalu menggosokkannya ke kulit kepala, dan kemudian menyiram kepala tiga kali. 

6. Menyiram dan membersihkan seluruh anggota tubuh 
Pastikan seluruh anggota tubuh tersiram air dan dibersihkan, termasuk bagian-bagian yang tersembunyi/lipatan seperti ketiak dan sela jari kaki.

Langkah ke-3 hingga ke-6, dalilnya adalah hadits-hadits berikut:


عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ
“Dari 'Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya." (HR. Al Bukhari)


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يَأْخُذُ الْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ الشَّعْرِ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنْ قَدْ اسْتَبْرَأَ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ
Dari Aisyah dia berkata, "Dahulu apabila Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mandi hadas karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk shalat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut sehingga rata. Hingga ketika selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki.” (HR. Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَغْتَسِلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ قَبْلَ أَنْ يُدْخِلَهُمَا الْإِنَاءَ ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ وَيَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُشَرِّبُ شَعْرَهُ الْمَاءَ ثُمَّ يَحْثِي عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَهُوَ الَّذِي اخْتَارَهُ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ أَنَّهُ يَتَوَضَّأُ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُفْرِغُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ
Dari Aisyah ia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam akan mandi junub, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu sebelum memasukkan tangannya ke dalam bejana. Setelah itu beliau mencuci kemaluannya, berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat dan menyela-nyela rambut dengan air. Setelah itu beliau menyiramkan tiga siraman ke atas kepalanya." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih, dan hadits inilah yang dipilih oleh para ahli ilmu dalam hal mandi junub. Bahwa seseorang hendaknya berwudlu sebagaimana wudlu shalat, kemudian menuangkan tiga siraman ke atas kepalanya. Setelah itu mengalirkan air ke seluruh tubuh dan membasuh kedua kakinya." (HR. Tirmidzi)

Demikian tata cara mandi wajib sesuai tuntunan Rasulullah. Ketika kita mengamalkannya, insya-allah bukan hanya kita suci dari hadats besar, tetapi juga mendapatkan pahala karena mengikuti sunnahnya. Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]

http://telaahislam.blogspot.com/2014/04/tata-cara-mandi-wajib-junub.html

PKS Kabupaten Bogor Disesaki Anak Kader

Monday, May 25, 2015

pkscibinong.org, Cibinong (24/5) — Ratusan anak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melakukan outbond di halaman kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS kabupaten Bogor pada Ahad/24 Mei 2015.

Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Panitia Acara Outbond, Abdul Aziz, Anak kader PKS Cibinong telah ramai berkumpul sejak pukul 06.15 ke DPD PKS untuk mengikuti outbond. “Sebelum anak-anak melaksanakanoutbond, anak kader juga melakukan senam nusantara beserta keluarga besar PKS Cibinong dan juga masyarakat Cibinong. ”

Abdul Aziz menambahkan, Outbond ini diadakan dalam rangka melatih jiwa kemandirian anak kader, ada beberapa permainan outbond yang diberikan diantaranya yaitu kaki kuat, tali kesabaran, estafet air, estafet boom air, oper balon, serta ambil spons dalam air. “Permainan yang tak kalah seru untuk melatih kemandirian anak kader yaitu tongkat keseimbangan, masuk ban secara merangkak, serta menangkap lele dalam kolam diiringi dengan merayap.”

Di tempat berbeda, ketua Dewan Pengurus cabang (DPC) PKS kecamatan Cibinong, Suprapto, menambahkan bahwa kegiatan outbond untuk anak kader ini adalah sebuah rangkaian acara pendukung MUSRAN. “Selainoutbond untuk anak kader, kegiatan pendukung MUSRAN serentak ini yaitu adanya donor darah, senam nusantara, pemeriksaan kesehatan gratis serta bazaar,” ucap pria berdarah Solo.

Suprapto melanjutkan, antusiasme anak kader dalam mengikuti kegiatan ini cukup terlihat dari raut wajah mereka yang penuh aura kebahagiaan. “Keceriaan mereka tertampik dari wajahnya saat menangkap lele, ditambah lagi dengan adanya hadiah bagi yang menang.” [HUMASPKSCIBINONG]









Gelora Semangat Anggota Terbina PKS Cibinong Menggetarkan PEMDA Bogor

Gelora Semangat Anggota Terbina PKS Cibinong Menggetarkan PEMDA Bogor
 
               
 Pkscibinong.org, Cibinong (24/5) --- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kecamatan Cibinong mengadakan Musyawarah Ranting (MUSRAN) serentak di halaman Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS kabupaten Bogor pada 24 Mei 2015.

                Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) kecamatan Cibinong, Suprapto, pada awal kegiatan MUSRAN masing-masing Dewan Pengurus Ranting (DPRa) mengadakan Pemilihan Raya (PEMIRA) pada rentang waktu 9 hingga 18 Mei 2015. “Hasil PEMIRA yang berupa 3 nama calon dengan perolehan suara tertinggi tersebut diserahkan ke Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk dilakukan fit and proper test pada tanggal 19 – 23 Mei 2015,” ujar Suprapto.

                Suprapto melanjutkan, MUSRAN ini merupakan runtutan terakhir pemilihan ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS se-kecamatan Cibinong. Adapun ketua DPRa yang terpilih yaitu:
1.       Hariyadi sebagai ketua DPRa kelurahan Cirimekar
2.       Hasanudin sebagai ketua DPRa kelurahan Cibinong
3.       Suwito sebagai ketua DPRa kelurahan Ciriung
4.       Pangrafi Herwandanu sebagai ketua DPRa kelurahan Pondok Rajeg
5.       Suwarto sebagai ketua DPRa kelurahan Pakansari
6.       Ujang Kun Kristiawan sebagai ketua DPRa kelurahan Harapan Jaya
7.       Yufrdin sebagai ketua DPRa kelurahan Tengah
8.       Urip Hidayatullah sebagai ketua DPRa kelurahan Nanggewer
9.       Suhartono sebagai ketua DPRa kelurahan Nanggewer Mekar
10.     Wibowo sebagai ketua DPRa kelurahan Sukahati
11.     Jumani sebagai ketua DPRa kelurahan Pabuaran
12.     Djuanda Permana sebagai ketua DPRa kelurahan Karadenan

“Dengan terlantiknya ketua DPRa periode 2015 – 2019 ini diharapkan adanya perubahan semangat yang bisa menggetarkan dakwah di kecamatan Cibinong pada khususnya terlebih bisa menggelorakan kabupaten Bogor,” pungkas pria berkelahiran Solo. [humasPKSCibinong]
               

Panggilan Jihad.mp4 BUYA HAMKA

Friday, May 22, 2015


[Kultwit] "Keutamaan & Tuntunan Amal di Bulan Sya'ban"

Thursday, May 21, 2015

[Kultwit] "Keutamaan & Tuntunan Amal di Bulan Sya'ban" Oleh Ustadz @salimafillah


1. #Sya‘ban adalah bulan ke-8 dalam Hijriah, terletak antara 2 bulan yang dimuliakan yakni Rajab & Ramadhan. Tentangnya RasuluLlah bersabda:

2. ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ #Sya‘ban; bulan yang sering dilalaikan insan; antara Rajab & Ramadhan.

3. وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ #Sya‘ban adalah

4. ..bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb Semesta Alam; maka aku suka jika amalku diangkat, sedang aku dalam keadaan puasa. #Sya‘ban

5. (HR. Ahmad dan Nasa’i, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no 1898) #Sya‘ban

6. Karena itu, berdasar riwayat shahih disebutkan bahwa RasuluLlah SAW berpuasa pada sebagian besar hari di bulan #Sya‘ban. ‘Aisyah berkata:

7. فَما رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وما رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ 

8. “Tak kulihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya dalam sebulan penuh, selain di bulan Ramadan. Dan tidak aku lihat..”

9. ..bulan yang beliau paling banyak berpuasa di dalamnya selain bulan #Sya‘ban." (HR Al Bukhari & Muslim)

10. Dalam Shahih Al Bukhari (1970) ada tambahan dari ‘Aisyah: “Tidak ada bulan yang Nabi SAW lebih banyak berpuasa di dalamnya…

11. …selain bulan #Sya‘ban. Sesungguhnya beliau berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.”

12. Maksud hadits: beliau berpuasa pada sebagian besar hari-hari bulan #Sya‘ban, sebagaimana banyak riwayat lain yang menyatakan demikian.

13. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang bisa mengatakan ‘berpuasa sebulan penuh’ padahal yang dimaksud adalah..

14. ..’berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu.’ Demikian keterangan Ibnu Hajar Al ‘Asqalany dalam Fathul Bari, 4/213. #Sya‘ban

15. Maka berpuasa di bulan #Sya‘ban adalah utama, karena: 1}’Amal-’amal manusia (secara tahunan) sedang diangkat ke hadapan Allah SWT.

16. 2} #Sya‘ban ialah bulan yang disepelekan; beramal & menghidupkan syi’ar di saat manusia lain lalai memiliki keutamaan tersendiri.

17. Selain kedua hal itu, puasa di bulan #Sya‘ban juga dimaknai sebagai: 3} Penyambutan & pengagungan terhadap datangnya bulan Ramadan.

18. Karena ibadah-ibadah yang mulia, umumnya didahului oleh pembuka yang mengawalinya; Haji diawali persiapan Ihram di Miqat, …

19. …Shalat juga diawali dengan bersuci, berwudhu’, dan persiapan-persiapan lainnya yang dimasukkan dalam syarat-syarat shalat. #Sya‘ban

20. Hikmah lain: puasa di bulan #Sya‘ban akan membuat tubuh mulai terbiasa untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan optimal.

21. Sebab sering di awal Ramadhan banyak daya & waktu habis untuk penyesuaian diri; padahal tiap detik bulan mulia sangat berharga. #Sya‘ban

22. Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mencantumkan pendapat: puasa #Sya‘ban seumpama sunnah Rawatib (pengiring) bagi puasa Ramadhan.

23. Untuk shalat; ada rawatib qabliyah & ba’diyah. Untuk Ramadhan, qabliyahnya; puasa #Sya‘ban & ba’diyahnya; puasa 6 hari di bulan Syawal.

24. Keutamaan #Sya‘ban bisa kita lihat di: Tahdzib Sunan Abu Dawud, 1/494, Latha’iful Ma’arif, 1/244.Nah, bagaimana tentang Nishfu Sya’ban?

25. Hadits-hadits terkait Nishfu #Sya‘ban ini sebagian dikategorikan dha’if (lemah), bahkan sebagian lagi dikategorikan maudhu’ (palsu).

26. Utamanya hadits yang mengkhususkan ibadah tertentu atau yang menjanjikan jumlah & bilangan pahala atau balasan tertentu. #Sya‘ban

27. Tetapi, ada sebuah hadits yang berisi keutamaan malam Nisfhu #Sya‘ban yang bersifat umum, tanpa mengkhususkan ibadah-ibadah tertentu.

28. إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

29. “Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam Nisfhu #Sya‘ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik..

30. …atau yang bertengkar dengan saudaranya.” HR Ibnu Majah (1390). Dalam Zawa’id-nya, riwayat ini dianggap dha’if karena… #Sya‘ban

31. ..adanya perawi yang dianggap lemah. TETAPI, Ath Thabrani juga meriwayatkannya dari Mu’adz ibn Jabal dalam Mu’jamul Kabir (215) #Sya‘ban

32. Ibnu Hibban juga mencantumkan hadits ini dalam Shahihnya (5665), begitu pula Imam Ahmad mencantumkan dalam Musnadnya (6642). #Sya‘ban

33. Al-Arna’uth dalam ta’liqnya pada dua kitab terakhir berkata, “SHAHIH dengan syawahid (riwayat-riwayat semakna yang mendukung).” #Sya‘ban

34. Al-Albani juga menilai hadits Nishfu #Sya‘ban ini SHAHIH {Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1144), Shahih Targhib wa Tarhib (1026)}

35. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Adapun malam Nishfu Sya’ban, di dalamnya terdapat KEUTAMAAN.” (Mukhtashar Fatawa Mishriyah, 291)

36. Karena itu, ada sebagian ulama salaf dari kalangan TABI'IN di negeri Syam, seperti Khalid bin Ma’dan & Luqman bin Amir…

37. …yang menghidupkan malam tersebut dengan berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan ibadah tertentu pada malam Nishfu #Sya‘ban.

38. Dari merekalah kaum muslimin mengambil kebiasaan itu. Imam Ishaq ibn Rahawayh menegaskannya dengan berkata, “Ini BUKAN BID'AH!” #Sya‘ban

39. ‘Ulama Syam lain, di antaranya Al-Auza’i, TIDAK MENYUKAI perbuatan berkumpul di masjid untuk shalat & berdoa bersama di Nishfu #Sya‘ban.

40. Tetapi beliau -dan ‘ulama yang lain- MENYETUJUI keutamaan shalat, baca Al Quran dll pada Nishfu #Sya‘ban jika dilakukan sendiri-sendiri.

41. Pendapat ini yang dikuatkan Ibn Rajab Al-Hanbali (Latha’iful Ma’arif, 151) & Ibn Taimiyah (Mukhtashar Fatawa Al Mishriyah, 292)

42. Adapun ‘ulama Hijaz seperti Atha’, Ibnu Abi Mulaikah, & para pengikut Imam Malik menganggap hal terkait Nishfu #Sya‘ban sebagai bid’ah.

43. Tapi kata mereka; qiyamullail sebagaimana tersunnah pada malam lain & puasa di siangnya sebab termasuk Ayyamul Bidh ialah baik. #Sya‘ban

44. Demikian agar perbedaan pendapat ini difahami & tak menghalangi kita untuk melaksanakan segala ‘amal ibadah utama pada bulan #Sya‘ban.

45. Bulan #Sya‘ban adalah juga kesempatan tuk meng-qadha’ hutang puasa Ramadhan kemarin sebelum datangnya Ramadhan berikut. ‘Aisyah berkata:

46. كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فما أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شعبَان، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ

47. Aku punya hutang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan #Sya‘ban, karena sibuk melayani Nabi. (HR Al Bukhari-Muslim)

48. #Sya‘ban: Imam An Nawawi (Syarh Shahih Muslim, 8/21) & Ibn Hajar (Fathul Bari, 4/189) menjelaskan; dari hadits ‘Aisyah ini disimpulkan:

49. Jika ada ‘udzur, maka qadha’ puasa bisa diakhirkan sampai bulan #Sya‘ban. Tanpa ‘udzur, menyegerakannya di bulan Syawal dst lebih utama.

50. #Sya‘ban: Bagaimana jika lalai; tanpa ‘udzur, hutang puasa belum terbayar, tapi Ramadhan baru telah datang? Jumhur ‘ulama berpendapat:

51. Dia harus beristighfar atas kelalaiannya pada kewajiban itu & harus bertekad untuk segera meng-qadha’-nya setelah Ramadhan ini.

52. Menurut mereka, tiada kewajiban khusus selain hal itu. Tetapi sebagian ‘ulama berpendapat agar si lalai menambahkan 1 hal lagi.

53. Yakni mengeluarkan 1/2 Sha’ makanan pokok (+/- 1,5 kg) untuk tiap hari yang terlalai belum dibayar hutang puasanya tahun lalu.

54. Ini sebagai pengingat atas kelalaiannya & dia harus tetap mengganti puasa yang terlalai diganti tahun ini pada tahun depannya.

55. Ini berdasar ijtihad beberapa sahabat Nabi SAW. Tak ada nash khususnya, tetapi ijtihad ini dianggap baik. (Fathul Bari, 4/189)

56. Jika masuk bulan #Sya‘ban, hendaknya kita saling mengingatkan (juga terutama pada kaum wanita) yang punya hutang puasa agar ditunaikan.

57. Sehari atau 2 hari terakhir #Sya‘ban dinamakan Yaumusy-Syakk (hari keraguan), sebab ketidakjelasan apa sudah masuk Ramadhan atau belum.

58. Nabi bersabda: لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إلاَّ رَجُلاً كَانَ يَصُومُ صَوْماً فَلْيَصُمْهُ

59. “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali seseorang… #Sya‘ban

60. …yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa.” {HR Al Bukhari & Muslim}

61. Maknanya; terlarang tuk sengaja mengkhususkan berpuasa pada Yaumusy Syakk. Tetapi boleh bagi yang HARUS (nadzar, qadha’, dll)..

62. ..dan boleh juga yang BIASA (karena puasa Dawud, bertepatan Senin/Kamis, dll). Hikmah pelarangan itu sekedar sebagai pemisah..

63. …antara puasa Ramadhan yang fardhu dengan puasa sebelum/sesudahnya yang sunnah. (Syarh Muslim 7/194, Latha’iful Ma’arif 151)

64. Demikian Shalih(in+at) bincang kita tentang #Sya‘ban. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَوَفِّقْنَا فِيهِ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

65. "Ya Allah; berkahi kami di bulan Sya'ban, karuniakan taufiq pada kami di dalamnya, & sampaikan kami ke bulan Ramadhan."

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ Ingin Bebas Hutang? Bacalah Doa Ini

Wednesday, May 20, 2015

Ingin Bebas Hutang? Bacalah Doa Ini


Apakah Anda sedang terbelit hutang? Berapapun hutang Anda, agaknya tidak lebih berat daripada seseorang yang datang kepada Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu ini. Sebab orang yang datang ini adalah budak mukatab. 

Ali bin Abu Thalib kemudian mengajarkannya sebuah doa dari Rasulullah yang bukan hanya bisa membebaskannya, tetapi juga  bisa membayar hutang walau sebesar gunung.

Doa itu adalah :

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal hingga aku terhindar dari yang Engkau haramkan, Ya Allah kayakanlah aku dengan karunia-Mu hingga aku tidak minta kepada selain Engkau

Secara lengkap, hadits tersebut diriwayatkan Imam Tirmidzi dan Imam Ahmad sebagai berikut:

أَنَّ مُكَاتَبًا جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي قَدْ عَجَزْتُ عَنْ كِتَابَتِي فَأَعِنِّي قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جَبَلِ صِيرٍ دَيْنًا أَدَّاهُ اللَّهُ عَنْكَ قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Seorang budak mukatab (yang mengadakan perjanjian pembebasan dengan tuannya) datang kepada Ali dan berkata; aku tidak mampu membayar pembebasanku, maka tolonglah aku! Ali berkata; maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ajarkan kepadaku, yang seandainya engkau memiliki hutang sebesar gunung Shir niscaya Allah akan membayarkannya untukmu? Ali berkata; ucapkanlah; ALLAAHUMMAKFINII BIHALAALIKA 'AN HARAAMIK, WA AGHNINII BIFADHLIKA 'AMMAN SIWAAK (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalanMu sehingga tidak memerlukan keharamanMu, dan jadikanlah aku kaya sehingga tidak butuh kepada selainMu). (HR. Tirmidzi)

أَتَى عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنِّي عَجَزْتُ عَنْ مُكَاتَبَتِي فَأَعِنِّي فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ عَلَّمَنِيهِنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جَبَلِ صِيرٍ دَنَانِيرَ لَأَدَّاهُ اللَّهُ عَنْكَ قُلْتُ بَلَى قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Seorang lelaki menemui Ali Radhiyallahu 'anhu kemudian berkata; "Wahai Amirul Mukminin, saya tidak mampu untuk membayar uang pembebasan diriku, bantulah aku." Ali Radhiallah 'anhu menjawab; "Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ajarkan kepadaku, seandainya kamu mempunyai hutang uang dinar sebesar gunung Shir pasti Allah akan melunasinya untukmu." Aku menjawab; "Ya." Ali berkata; "Bacalah: ALLAHUMMA AKFINI BIHALALIKA 'AN HARAMIKA WA`AGHNINI BIFADLIKA 'AMMAN SIWAKA (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dariMu dan cukupkanlah aku dengan fadlilahMu dari selainMu)." (HR. Ahmad)

"MORSI IS NOT ALONE"

"MORSI IS NOT ALONE"
by @Fahrihamzah #MorsiIsNotAlone

1. Seorang produsen dan pengedar Narkotika di #HukumMati dunia berbicara menegur kita.
2. Seorang Presiden yang terpilih secara demokratis di #HukumMati dunia diam saja.#MorsiIsNotAlone
3. Seorang Presiden yang terpilih setelah ribuan tahun tak ada pemilihan langsung. #MorsiIsNotAlone
4. Seorang Presiden yang terpilih dalam satu transisi demokrasi yang diharapkan bersama. #MorsiIsNotAlone
5. Arab Spring dan jutaan rakyat yang bergerak ke lapangan Tahrir adalah tumbal. #MorsiIsNotAlone
6. Dan dari jauh kita menyaksikan getir orang-orang yang dibunuh secara bergiliran. #MorsiIsNotAlone
7. Kini giliran #Morsi Presiden mereka yang mereka pilih dengan kemenangan mutlak. #MorsiIsNotAlone
8. Ia dituduh kembali setelah dihukum 20 tahun beberapa saat yang lalu. #MorsiIsNotAlone
9. Jadi, ia telah divonis 20 tahun atas tuduhan melakukan kekerasan tahun 2012. #MorsiIsNotAlone
10. Lalu sekarang akan didelik #HukumMati atas tuduhan lain. #MorsiIsNotAlone
11. Ia dituduh membuat kekacauan di penjara dan membocorkan rahasia negara. #MorsiIsNotAlone
12. Angka yang tragis bukan?:
2011 #ArabSpring
2012 #Morsi Terpilih
2013 Kudeta Militer.
#MorsiIsNotAlone
13. Rezim kudeta berdarah inilah sekarang yang menjadi harapan baru di barat. #MorsiIsNotAlone
14. Itulah yang membuat mereka diam oleh kekejaman Junta militer yang luar biasa. #MorsiIsNotAlone
15. Kita terbangun oleh dunia yang tidak dikelola dengan adil. #MorsiIsNotAlone
16. Kita terbangun oleh luluh lantaknya demokrasi yang sedang dirintis. #MorsiIsNotAlone
17. Sikap dunia yang diam setelah 2 tahun lebih demokrasi Mesir dihancurkan pantas mendapat makian. #MorsiIsNotAlone
18. Sikap diam terhadap pembunuhan berseri yang memakan korban ribuan pemimpin politik ini memuakkan. #MorsiIsNotAlone
19. Yang mati di Mesir bukanlah Kriminil dan pengedar barang haram atau koruptor. #MorsiIsNotAlone
20. Yang mereka bunuh di Mesir adalah sebagian besar dari peradaban mereka. #MorsiIsNotAlone
21. Orang2 terpelajar dari kalangan politisi, wartawan, ilmuwan, seniman, olahragawan...dll.. #MorsiisNotAlone
22. Kesalahan mereka hanya satu: menentang kudeta militer yang menghancurkan masa depan. #MorsiIsNotAlone
23. Kesalahan #Morsi adalah karena ia lugu. Ia dipilih karena masa lalunya yang bersih. #MorsiIsNotAlone
24. Dan #Morsi tidak mengerti bahwa kekuatan lama masih merajalela dan mencari jalan kembali. #MorsiIsNotAlone
25. Dunia barat ikut mendukung kembalinya kekuatan lama karena Israel tidak ingin ada demokrasi tandingan. #MorsiIsNotAlone
26. Demokrasi yang kita perjuangkan memiliki musuh. Mereka yang tidak siap dengan kebebasan. #MorsiIsNotAlone
27. Kemenangan #Morsi dan partai Freedom AND Justice #FJP adalah kemenangan kebebasan. #MorsiIsNotAlone
28. Setelah lama hidup dibawa kendali para Firaun. rakyat Mesir memilih pemimpinnya sendiri. #MorsiIsNotAlone
29. Dan kini Firaun kecil naik lagi. Ia nampak kuat karena didukung kekuatan barat. #MorsiIsNotAlone
30. Barat diam dengan kezaliman dan tangan berdarah di tangan sang Junta. #MorsiIsNotAlone
31. PBB diam dengan reaksi seadanya. Tak seperti pembelaan pada para pengedar narkoba. #MorsiIsNotAlone
32. Dan apakah kita nampak tidak berdaya? #MorsiIsNotAlone
33. Jika iya, maka marilah kita menengadahkan tangan ke atas langit. Meminta keterlibatanNya. #MorsiIsNotAlone
34. Seperti dulu ketika diatur ditenggelamkan bukan oleh Nabi Musa . #MorsiIsNotAlone
35. Firaun tenggelam karena Tuhan perintahkan laut merah terbelah. #MorsiIsNotAlone
36. Semoga Allah SWT tenggelamkan segala angkara murka. Dan selamatkan nyawa tersisa. #MorsiIsNotAlone
37. Bersabarlah #Morsi karena engkau tidak sendiri. Kami mendoakanmu. #MorsiIsNotAlone
38. Ya Allah selamatkan #Morsi.
#FreeMorsi
#MorsiIsNotAlone

Cicak di Dinding dan Keyakinan Utuh

Saturday, May 16, 2015

Cicak di Dinding dan Keyakinan Utuh


oleh Salim A. Fillah


dalam Inspirasi, Rajutan Makna. 20/06/2014
LLK 2a

Barangsiapa memperbagus hal-hal tersembunyinya, niscaya Allah jelitakan apa yang tampak dari dirinya.

Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, niscaya Allah baikkan hubungannya dengan sesama.


Barangsiapa disibukkan oleh urusan agamanya, maka Allah yang kan mencukupinya dalam perkara dunia.

-‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz-

Seandainya kita adalah seekor cicak, mungkin sudah sejak dulu kita berteriak, “Ya Allah, Kau salah rancang dan keliru cetak!”

Sebab cicak adalah binatang dengan kemampuan terbatas. Dia hanya bisa merayap meniti dinding. Langkahnya cermat. Jalannya hati-hati. Sedang semua yang ditakdirkan sebagai makanannya, memiliki sayap dan mampu terbang ke mana-mana. Andai dia berfikir sebagai manusia, betapa nelangsanya. “Ya Allah”, mungkin begitu dia mengadu, “Bagaimana hamba dapat hidup jika begini caranya? Lamban saya bergerak dengan tetap harus memijak, sedang nyamuk yang lezat itu melayang di atas, cepat melintas, dan ke manapun bebas.” Betapa sedih dan sesak menjadi seekor cicak.

Tapi mari ingat sejenak bahwa ketika kecil dulu, orang tua dan guru-guru mengajak kita mendendang lagu tentang hakikat rizqi. Lagu itu berjudul, ‘Cicak-cicak di Dinding’.

Bahwa tugas cicak memang hanya berikhtiar sejauh kemampuan. Karena soal rizqi, Allah lah yang memberi jaminan. Maka kewajiban cicak hanya diam-diam merayap. Bukan cicak yang harus datang menerjang. Bukan cicak yang harus mencari dengan garang. Bukan cicak yang harus mengejar dengan terbang.

“Datang seekor nyamuk.”

Allah Yang Maha Mencipta, tiada cacat dalam penciptaanNya. Allah Yang Maha Kaya, atasNya tanggungan hidup untuk semua yang telah dijadikanNya. Allah Yang Maha Memberi Rizqi, sungguh lenyapnya seisi langit dan bumi tak mengurangi kekayaanNya sama sekali. Allah Yang Maha Adil, takkan mungkin Dia bebani hambaNya melampaui kesanggupannya. Allah Yang Maha Pemurah, maka Dia jadikan jalan karunia bagi makhluqNya amatlah mudah.

“Datang seekor nyamuk.”

Allah yang mendatangkan rizqi itu. Betapa dibanding ikhtiyar cicak yang diam-diam merayap, perjalanan nyamuk untuk mendatangi sang cicak sungguh lebih jauh, lebih berliku, dan lebih dahsyat. Jarak dan waktu memisahkan keduanya, dan Allah dekatkan sedekat-dekatnya. Bebas si nyamuk terbang ke mana jua, tapi Allah bimbing ia supaya menuju pada sang cicak yang melangkah bersahaja. Ia tertakdir dengan bahagia, menjadi rizqi bagi sesama makhluqNya, sesudah juga menikmati rizqi selama waktu yang ditentukanNya.

“Dan tiada dari segala yang melata di bumi melainkan atas tanggungan Allah lah rizqinya. Dia Maha Mengetahui di mana tempat berdiam dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh yang nyata.” (QS Huud [11]: 6)

“Daabbah”, demikian menurut sebagian Mufassir, “Adalah kata untuk mewakili binatang-binatang yang hina bersebab rendahnya sifat mereka, terbelakang cara bergeraknya, kotor keadaannya, liar hidupnya, dan bahkan bahaya dapat ditimbulkannya.” Allah menyebut daabbah di ayat ini, seakan-akan untuk menegaskan; jika binatang-binatang rendahan, terbelakang, kotor, liar, dan berbahaya saja Dia jamin rizqinya, apatah lagi manusia.

***

“Sesungguhnya rizqi memburu hamba”, demikian sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana dicatat oleh Imam Ath Thabrani, “Lebih banyak dari kejaran ajal terhadapnya.”

Ini kisah sebutir garam. Titah Ar Rahman kepadanya adalah untuk mengasinkan lidah dan mengisi darah seorang hamba hina bernama Salim, yang tinggal di Yogyakarta. Betapa jauh baginya, sebab ia masih terjebak di dalam ombak, di Laut Jawa yang bergolak.

Setelah terombang-ambing bersama penantian yang panjang, angin musim bergerak ke timur, menggesernya pelan-pelan menuju pesisir Madura. Dan petani-petani garam di Bangkalan, membelokkan arus air ke tambak-tambak mereka. Betapa bersyukur sebutir garam itu saat ia mengalir bersama air memasuki lahan penguapan. Penunaian tugasnya kian dekat.

Tiap kali terik mentari menyinari, giat para petambak itu menggaru ke sana kemari, agar bebutir yang jutaan jumlahnya kian kering dan mengkristal. Sebutir garam yang kita tokohkan dalam cerita ini, harap-harap cemas semoga ia beruntung dimasukkan ke dalam karung goni. Sebab sungguh, ada bebutir yang memang tugasnya berakhir di sini. Tertepikan bersama becekan lumpur di sudut-sudut ladang garam.

Dan dia terpilih, terbawa oleh para pengangkut ke pabrik pemurnian di Pamekasan. Sebakda melalui serangkaian pembasuhan dan pengisian zat-zat yang konon mendukung kesehatan, dia dikemas rapi, digudangkan untuk menunggu pengepakan dan pengiriman. Betapa masih panjang jalannya, betapa masih lama berjumpa dengan sosok yang ia dijatahkan sebagai rizqi baginya.

Ringkasnya, setelah berbulan, ia malang melintang menuju Jakarta, lalu Semarang, sebelum akhirnya tiba di Yogyakarta. Dari pasar induknya, terlempar ia ke pasar kota, baru diambil pedagang pasar kecamatan akhirnya. Lalu terkulaklah ia oleh pemilik warung kecil, yang rumahnya sebelah-menyebelah dengan makhluq yang ditujunya. Kian dekat, makin rapat.

Ketika seorang wanita, istri dari lelaki yang akan ia tuju dalam amanah yang diembannya, membeli dan menentengnya pulang, betapa haru rasanya. Masuklah ia ke dalam masakan lezatnya, berenang dan melarutkan dirinya. Lalu terdengar suara, “Sayang, silakan sarapan. Masakannya sudah siap.” Dan lelaki itu, bergerak pelan dari kamarnya, menjemputnya dengan sebuah suapan yang didahului doa.

Segala puji bagi Allah, yang memberi titah untuk mengasinkan lidah dan mengisi darah. Segala puji bagi Allah, yang mengatur perjumpaannya dengan makhluq ini sesudah perjalanan yang tak henti-henti. Segala puji bagi Allah, yang menyambutkan doa bagi tunainya tugas yang diembannya.

***

Betapa jarang kita mentafakkuri rizqi. Seakan semua yang kita terima setiap hari adalah hak diri yang tak boleh dikurangi. Seakan semua yang kita nikmati setiap hari adalah jatah rutin yang murni dan tak boleh berhenti. Seakan semua yang kita asup setiap hari adalah memang begitulah adanya lagi tak boleh diganggu gugat.

Padahal, hatta sebutir garampun adalah rizqi Allah yang menuntut disyukuri.

Hatta sebutir garam, menempuh perjalanan yang tak mudah lagi berbulan, untuk menemui pengasupnya yang hanya berpindah dari kamar tidur ke ruang makan. Betapa kecil upaya kita, dibandingkan cara Allah mengirimkan rizqiNya. Kita baru merenungkan sebutir garam, bagaimanakah bebijian, sayur, ikan, dan buahnya? Bagaimanakah katun, wol, dan sutranya? Bagaimanakah batu, kayu, pasir, dan gentingnya? Bagaimanakah besi, kaca, dan karet rodanya?

Maka seorang ‘Alim di Damaskus suatu hari berkata tentang sarapannya yang amat bersahaja, “Gandum dari Najd, garam dari Marw, minyak dari Gaza, dan air Sungai Yordan. Betapa hamba adalah makhluqMu yang paling kaya wahai Rabbana!”

Dia mengingatkan kita pada sabda Rasulullah. “Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya bebarang harta”, demikian yang direkam Imam Al Bukhari dan Imam Muslim, “Kekayaan sesungguhnya adalah kayanya jiwa.”

Akhirnya, mari kita dengarkan sang Hujjatul Islam. “Boleh jadi kau tak tahu di mana rizqimu”, demikian Imam Al Ghazali berpesan, “Tetapi rizqimu tahu di manakah engkau. Jika ia ada di langit, Allah akan memerintahkannya turun untuk mencurahimu. Jika ia ada di bumi, Allah akan menyuruhnya muncul untuk menjumpaimu. Dan jika ia berada di lautan, Allah akan menitahkannya timbul untuk menemuimu.”

Di lapis-lapis keberkahan, ada keyakinan utuh yang harus ditanamkan, bahwa Allah Yang Mencipta, menjamin rizqi bagi ciptaanNya.

***

Ada dua cara Allah mengaruniakan rizqi dalam dua keadaan yang dialami oleh Maryam binti ‘Imran, salah satu wanita termulia sepanjang zaman.

Kita mengenang, betapa agung nadzar istri ‘Imran untuk menjadikan buah hati yang dikandungnya sebagai pengkhidmah di Baitul Maqdis. Yang dia bayangkan adalah seorang anak lelaki yang akan menjadi imam ibadah di Al Quds, pengurai Taurat yang fasih, dan pembimbing ummat yang penuh teladan. Tetapi Allah yang Maha Berkehendak mengaruniakan anak perempuan.

“Maka Rabbnya menerima nadzar keluarga ‘Imran dengan penerimaan yang baik. Allah tumbuhkan dan didik Maryam dengan pengasuhan yang bagus, dan Allah jadikan Zakaria sebagai penanggungjawab pemeliharaannya. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di dalam mihrab, dia dapati ada rizqi di sisinya. Berkatalah dia, “Hai Maryam, dari manakah kaudapatkan ini?” Maryam menjawab, “Ia dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah mengaruniakan rizqi pada siapapun yang dikehendakiNya tanpa hisab.” (QS Ali ‘Imran [3]: 37)

Betapa jua, Allah Yang Maha Tahu tetap menerima nadzar itu. Maka sang Bunda membawa bayi Maryam ke Baitul Maqdis di mana para pemuka Bani Israil, Ahbar, dan para Rahib berkumpul, berharap untuk mendapatkan hak asuh atas Maryam yang yatim. Ketika mereka melemparkan pena-pena dalam undian, Allah mengamanahkan Maryam pada Zakaria.

Maryam tumbuh di lingkungan yang baik, dengan ta’dib yang baik, dibimbing insan terbaik. Jadilah dia seorang ahli ‘ibadah di Mihrab Baitul Maqdis, menjaga kesuciannya, mengkhidmahkan diri untuk rumah Allah. Dengan keyakinan utuh akan kuasa dan kemurahan Rabbnya, bahkan seorang Nabi tertakjub-takjub melihat limpahan anugerah Allah bagi gadis suci ini.

Tapi setiap insan diuji Allah dengan karunia terkait apa yang paling dijunjung tinggi oleh jiwanya. Pun juga Maryam yang begitu taat beribadah, yang lahir batin menjaga kebersihan dirinya, yang kudus dalam hati, fikiran, serta perbuatannya. Allah memilihnya untuk mengandung bayi ajaib, yang tercipta tanpa Ayah, yang menghuni rahimnya tanpa dia terlebih dulu disentuh seorang pria.

Karunia mengandung ujian, dan ujian mengandung karunia. Demikianlah hakikatnya.

Inilah dia di hari itu, berada di tempat yang jauh ke timur, sekira 8 mil dari Mihrabnya di Baitul Maqdis. “Dapatlah kita merasakan”, demikian ditulis Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar, “Bahwa hidup Maryam ketika itu memang tersisih jauh dari kaum keluarga. Kegelisahan diri karena terpaan sakit dan kejang yang bertubi datang sebagaimana lazimnya wanita yang akan melahirkan menyebabkan dia mencari tempat yang sunyi dan teduh.”

“Maka rasa sakit menjelang persalinan memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma. Dia berkata, “Aduhai celaka, alangkah baik seandainya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tak berarti, lagi dilupakan.” (QS Maryam [20]: 23)

Di bawah naungan pohon itu, perasaannya mengawang, fikirannya melayang. Bahwa anak itu akan lahir, tapi tiada ayah baginya. “Adapun Maryam sendiri percaya bahwa ini adalah kehendak Allah”, lanjut Buya Hamka, “Tetapi apakah kaumnya akan percaya? Siapa pula yang akan percaya? Sepanjang zaman, belum pernah ada perawan yang hamil serta beranak tanpa ada lelaki yang menjadi bapak.”

Maka terlontarlah kalimat yang menyiratkan sesalan atas ketetapan Allah itu, bersebab rasa berat yang menekan-nekan hati dan menyesakkan dadanya. “Aduhai celaka, alangkah baik seandainya aku mati sebelum ini”, seru Maryam. Yakni sebelum dirinya hamil dengan cara ganjil yang sukar dijelaskan pada kaum Bani Israil yang sebagiannya suka usil.

“Dan aku menjadi barang yang tak berarti lagi dilupakan”, lanjut keluhan Maryam. Sungguh Maryam berharap tidak ada insan yang tahu, tidak ada siapapun yang mengenal, dan tidak sampai menjadi buah mulut orang-orang. “Memang”, jelas Buya Hamka, “Jikalau pencobaan telah memuncak sedemikian rupa, datang saat manusia merasa lebih baik mati saja.”

Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

“Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati. Sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu. Niscaya ia akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” (QS Maryam [20]: 24-25)

Yang pernah bertamu pada Allah dan menjenguk Rasulullah, pastinya telah melihat pohon kurma. Kokoh, gagah, tinggi, dan berruas-ruas sisa tandan di bagian bawahnya. Di Madinah Al Munawwarah, kami pernah mencoba menggoyangkannya, dan batang itu tak bergeming sedikitpun juga. Maka bayangkanlah perempuan yang lemah berdarah-darah setelah melahirkan, serta berada dalam perasaan tak karuan, yang terharuskan mengguncangnya agar buah ranumnya jatuh ke bumi.

Inilah ikhtiyar. Bagi Maryam, ia berat dan sukar.

Tapi iman memanglah yang utama, mentaati Allah harus jadi yang mula-mula. Maka dengan kemurahan dan kasihNya, saat Maryam menghabiskan seluruh sisa tenaganya untuk menggerakkan pangkal pokok yang besar itu, satu demi satu, ruthab pun lepas dari tangkainya.

Sebagian ‘ulama menyatakan, tak sebagaimana ketika dia berada di Mihrab dengan iman yang berseri-seri dan ibadah yang terjaga sekali, ucapan Maryam yang menyesali diri menunjukkan ketaksempurnaan penerimaannya akan ketetapan Allah. Hal itulah yang membuatnya tak mendapat rizqi yang langsung tersaji dari langit, namun harus mengupayakannya dengan meengguncang pokok kurma agar kurma basah di atas sana jatuh ke arahnya.


Allah menjamin rizqi Maryam dalam dua keadaan dengan dua cara penganugrahan. Lalu kita tahu, di lapis-lapis keberkahan, keyakinan yang tak lagi utuh, menambahkan peluh pada jalan ikhtiyar yang harus kita tempuh.

Profile Tokoh

More on this category »

Video

More on this category »
 
::
© Copyright PKS Bogor 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.